Tips berikut akan membantu Anda mengenali pemberi kerja yang tidak jujur atau tawaran pekerjaan palsu dan menghindari menjadi korban penipuan lowongan kerja.

  • Tidak ada alamat email perusahaan. Alamat email perusahaan biasanya memiliki domain yang sama dengan situs web resminya (misalnya, nama@namaperusahaan.com). Perwakilan perusahaan yang sah tidak akan menghubungi kandidat dari alamat pribadi seperti Gmail atau Outlook. Catatan: bisnis kecil dan pengusaha perorangan terkadang menggunakan email pribadi — jika Anda ragu, cari alamat tersebut secara online untuk memeriksa apakah ada masalah yang dilaporkan.
  • Tidak ada informasi perusahaan yang dapat diverifikasi. Iklan lowongan tidak mencantumkan nama perusahaan, situs web, data kontak, atau deskripsi industri. Lowongan kerja yang sah mencantumkan nama perusahaan, bidang usaha, informasi kontak lengkap, dan detail spesifik tentang pekerjaan tersebut — termasuk tanggung jawab, kondisi kerja, dan persyaratan.
  • Kondisi yang sangat menarik namun tidak realistis. Gaji yang sangat tinggi tanpa penjelasan yang jelas, janji-janji yang tidak jelas tentang uang mudah, atau deskripsi pekerjaan yang membuat Anda ragu tentang tugas dan persyaratan sebenarnya adalah tanda bahaya yang umum. Jika tawaran tersebut terdengar terlalu muluk, biasanya itu penipuan.
  • Anda diminta melakukan pembayaran. Perusahaan yang sah tidak pernah meminta kandidat membayar untuk materi pelatihan, starter kit, biaya pendaftaran, atau hal lainnya. Jika pembayaran diminta pada tahap apa pun dalam proses rekrutmen, anggaplah itu sebagai tanda bahaya yang serius.
  • Pemberi kerja meminta data pribadi yang sensitif terlalu dini. Pemberi kerja yang sah dapat meminta dokumen — tetapi hanya setelah beberapa putaran wawancara dan setelah memberikan penawaran kerja resmi. Jangan pernah mengirimkan foto dokumen yang berisi NIK atau nomor paspor Anda sebelum menandatangani kontrak resmi. Selain itu, jangan pernah membagikan nomor kartu bank atau kode CVV Anda kepada siapa pun selama proses pencarian kerja.
  • Pemberi kerja bersikeras untuk berkomunikasi hanya melalui Telegram atau WhatsApp. Berhati-hatilah jika pemberi kerja bersikeras agar semua komunikasi dilakukan hanya melalui Telegram atau WhatsApp dan secara konsisten menghindari panggilan telepon atau surat-menyurat email resmi. Perusahaan yang sah menggunakan saluran rekrutmen resmi dan tidak menolak untuk berkomunikasi melaluinya.
  • Domain situs web yang baru diperbarui atau mencurigakan. Penipu sering menggunakan situs web sementara yang bisa dibuang sewaktu-waktu. Jika ada sesuatu yang tampak mencurigakan bagi Anda, cari nama perusahaan secara online dan lihat ulasan atau laporan penipuan sebelum melanjutkan.

Jika salah satu poin di atas terjadi dalam interaksi Anda dengan pemberi kerja atau jika Anda memiliki keraguan, segera hubungi bantuan Jooble melalui portal Pusat Bantuan.